Perkembangan game online tidak lagi sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga membentuk pola komunikasi baru di kalangan penggunanya.
Salah satu game yang memiliki pengaruh besar terhadap perilaku komunikasi sehari-hari adalah Roblox. Saat ini Roblox hadir sebagai game populer di kalangan anak-anak hingga remaja karena menawarkan kebebasan bermain, berkreasi, dan berinteraksi pada ruang virtual.
Roblox tidak hanya menjadi ruang bermain, tetapi juga ruang sosial sebagai wadah bagi penggunanya dalam membangun relasi.
Roblox memungkinkan pemain menciptakan avatar, dunia permainan, serta berinteraksi secara langsung melalui fitur chat.
Interaksi ini membuat pemain terbiasa berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki latar belakang berbeda, bahkan bisa terhubung dengan pemain yang berasal dari negara lain.
Dalam hal ini, Roblox berfungsi sebagai media komunikasi digital yang mempertemukan individu tanpa batas ruang dan waktu.
Fenomena seperti ini berdampak pada cara pengguna terutama anak-anak dan remaja dalam berkomunikasi di kehidupan sehari-hari.
Bahasa yang digunakan dalam Roblox, seperti singkatan, istilah game, atau ekspresi virtual, kerap terbawa ke percakapan di dunia nyata.
Hal ini menunjukkan komunikasi dalam game dapat memengaruhi gaya bahasa dan cara menyampaikan pesan dalam interaksi secara langsung.
Roblox juga membentuk kebiasaan komunikasi yang lebih terbuka dan cepat. Pengguna terbiasa merespons pesan secara instan, bekerja sama dalam permainan, serta menyampaikan pendapat melalui chat.
Kebiasaan ini meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal, seperti kerja sama tim, keberanian berbicara, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan orang lain.
Hal ini mencerminkan adanya kebiasaan komunikatif yang berhubungan erat dengan aspek psikologi komunikasi dalam interaksi sosial
Adapun dampak positif Game Roblox yang berpotensi menimbulkan tantangan. Minimnya isyarat nonverbal, seperti ekspresi wajah dan intonasi suara, dapat menyebabkan kesalahpahaman.
Pengguna yang terbiasa berkomunikasi secara virtual terkadang mengalami kesulitan mengekspresikan emosi secara tepat ketika berinteraksi langsung di dunia nyata.
Dengan memperkenalkan konsep identitas secara digital, Roblox membebaskan penggunanya memilih avatar sesusai versi diri yang mereka inginkan, baik dari segi penampilan maupun kepribadian.
Kebebasan ini memengaruhi cara pengguna membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi, karena mereka merasa lebih aman dan nyaman berbicara di balik identitas virtual dibandingkan secara tatap muka.
Berbagai dampak terlihat pada meningkatnya kecenderungan pengguna untuk berkomunikasi melalui media digital dibandingkan interaksi langsung.
Roblox menjadi salah satu faktor yang memperkuat kebiasaan komunikasi berbasis teks dan simbol, seperti emotikon dan gesture virtual, yang kemudian diadaptasi dalam percakapan di media sosial.
Peran Roblox dalam membangun psikologi komunikasi tidak luput sebagai sarana pembelajaran sosial. Melalui interaksi dalam game, pengguna belajar tentang aturan, etika berkomunikasi, serta konsekuensi dari perilaku verbal yang mereka lakukan.
Pengalaman ini dapat membentuk kesadaran sosial dan empati, asalkan didampingi dengan pengawasan dan edukasi yang tepat. Peran orang tua dan pendidik menjadi penting dalam menyikapi fenomena ini.
Roblox tidak dapat dipandang semata-mata sebagai ancaman, tetapi sebagai ruang komunikasi baru yang membuka peluang pengguna dalam membangun ikatan emosional. Dengan pendampingan yang baik, game ini dapat dimanfaatkan untuk melatih keterampilan komunikasi, kreativitas, dan kerja sama.
Dalam hal ini, Roblox menunjukkan bahwa game online memiliki pengaruh nyata terhadap perilaku komunikasi sehari-hari. Tantangan dan peluang berjalan beriringan, tergantung pada bagaimana pengguna memanfaatkan ruang virtual dengan sebaik mungkin.
Roblox bukan hanya permainan, melainkan bagian dari pola interaksi dalam komunikasi yang membentuk generasi masa kini. (Fadhila Jeliska, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Andalas)













