KUANSING-Sulitnya mencari pekerjaan membuat sebagian anak muda di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) memilih mencari penghasilan dengan cara lain.
Salah satunya seperti yang dialami seorang pemuda lulusan SMA yang memilih bekerja mendulang emas tradisional di kampung halamannya.
Pemuda yang enggan disebutkan namanya itu mengaku sudah tiga tahun lulus SMA, namun hingga kini belum mendapatkan pekerjaan tetap yang layak.
“Sekarang susah mencari pekerjaan, apalagi melamar ke perusahaan. Yang dibutuhkan hanya beberapa orang dan harus punya skill tertentu,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Ia mengaku sempat bekerja di Pekanbaru selama satu tahun. Namun tingginya biaya hidup membuat dirinya memilih pulang kampung ke Teluk Kuantan.
“Saya pernah bekerja di Pekanbaru, tapi biaya hidup di sana besar. Gaji saya hanya sekitar Rp2 juta per bulan,” jelasnya.
Menurutnya, penghasilan tersebut hampir habis untuk kebutuhan sehari-hari. Biaya sewa rumah mencapai Rp500 ribu per bulan, sementara kebutuhan makan sekitar Rp1 juta.
“Kalau dihitung-hitung, sisanya sangat sedikit,” katanya.
Setelah pulang kampung saat Lebaran lalu, salah seorang temannya menyarankan agar dirinya mencoba bekerja mendulang emas tradisional dibanding bertahan bekerja di kota dengan penghasilan minim.
“Teman saya bilang, daripada kerja di kota cuma untuk gaya dan penampilan, lebih baik di kampung mendulang emas. Minimal bisa dapat Rp200 ribu per hari,” ungkapnya.
Berbekal ajakan tersebut, ia mulai belajar mendulang emas bersama temannya selama lebih kurang satu minggu hingga akhirnya mampu bekerja sendiri.
“Alhamdulillah, sekarang dengan peralatan sederhana dan bekal nasi dari rumah, saya pergi dari pagi sampai sore bisa memperoleh sekitar Rp300 ribu per hari,” tuturnya.
Pemuda itu mengaku penghasilan tersebut cukup membantu perekonomian keluarga sekaligus meringankan beban orang tuanya.
“Sekarang saya bisa setiap hari bersama orang tua. Sedikit demi sedikit juga sudah mulai menabung untuk membeli motor yang lebih layak,” pungkasnya. (ridho)













