KUANTAN SINGINGI-Program Pola Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) di perkebunan kelapa sawit milik PT Surya Agrolika Reksa (SAR) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan petani.
Kepala Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Asril mengatakan, program KKPA terbukti mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Saat ini, lebih dari 500 kepala keluarga (KK) di Desa Petai telah menjadi mitra PT SAR.
“Program KKPA PT SAR ini berdampak positif karena mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khusus Desa Petai, dengan lahan sekitar 541 hektare, program ini memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujar Asril, Rabu (20/5/2026).
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat terlihat dari naiknya daya beli warga, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Geliat ekonomi di Desa Petai juga terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa program plasma mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” katanya.
Asril menambahkan, pemerintah desa juga berupaya memanfaatkan peluang ekonomi tersebut untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Saat ini, BUMDes Desa Petai menjalankan usaha perdagangan alat dan kebutuhan pertanian.
“Perkebunan kelapa sawit milik petani tentu membutuhkan pupuk, pestisida, dan berbagai kebutuhan lainnya. Semua kebutuhan petani bisa dibeli di BUMDes. Artinya, efek berganda dari program plasma ini juga dirasakan oleh BUMDes,” ungkapnya.
Ketua KUD Karya Bakti Desa Kebun Lado, Kecamatan Singingi, Arhendri menyebutkan, manfaat program KKPA juga dirasakan oleh sekitar 500 KK petani yang menjadi anggota koperasi dan bermitra dengan PT SAR.
Ia menjelaskan, warga yang sebelumnya memiliki penghasilan minim kini mampu meningkatkan ekonomi keluarga sejak bergabung dalam program KKPA. Saat ini, luas lahan tertanam yang dikelola KUD Karya Bakti mencapai sekitar 500 hektare.
“Sejak adanya program KKPA PT SAR ini, perekonomian warga meningkat drastis. Rata-rata masyarakat memperoleh tambahan penghasilan Rp2 juta hingga Rp3 juta dari hasil penjualan sawit. Ini sangat membantu ekonomi keluarga,” kata Arhendri.
Senior Manager (SM) PT SAR, Suwadi mengatakan terwujudnya pola KKPA antara perusahaan dan para petani merupakan kemitraan yang saling menguntungkan seperti yang diamanatkan pemerintah.
Perkebunan KKPA dikelola lebih profesional, kerja sama dengan mitra usaha akan membuka peluang-peluang baru dan juga dapat meningkatkan solidaritas bersama antara perusahaan dan masyarakat.
“Ribuan hektare sudah kita bangunkan KKPA sawit, itu tersebar di belasan desa yang ada di Kuansing. Ini buktinya perusahaan berperan dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” tutur Suwadi. (Ridho)













