JAKARTA-Harga emas diprediksi istirahat sejenak pada perdagangan Selasa (27/1/2026). Emas akan istirahat dulu sebelum mendaki lebih tinggi lagi.
Prediksi ini bisa benar, bisa salah. Semuanya bergantung oada situasi geopolitik global.
Di tengah ketidakpastian ekonomi dan inflasi yang terus meningkat, banyak investor mulai melirik saham emas sebagai pilihan strategis untuk menjaga nilai portofolio mereka. Emas telah lama dikenal sebagai aset safe haven, yang artinya cenderung mempertahankan nilainya ketika kondisi pasar sedang tidak stabil.
Kini, selain membeli emas fisik, berinvestasi pada saham perusahaan tambang emas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin diminati karena memberikan potensi keuntungan tambahan berupa dividen dan pertumbuhan nilai saham.
Hari ini, emiten emas menghijau dan melaju kencang.
Berikut emtiuen emas yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. (BEI)
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
- PT Medco Energi Tbk (MEDC)
- PT United Tractors Tbk (UNTR)
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) (Saham Baru IPO 2025)
aham emite emas menjulang tinggi dalam perdagangan hingga siang hari ini. Saham yang menghijau antara ANTM, EMAS, dan HRTA. Saham emite amas itu menghijau sejalan dengan harga emas yang bikin rekor baru.
Emas diprediksi terus melaju. Dikutip dari katadata.id, praktisi pasar modal sekaligus Co-Founder PasarDana, Hans Kwee, menilai reli kenaikan harga emas dunia masih jauh dari kata selesai.
Ia memproyeksikan harga emas dunia berpotensi mencapai US$ 10.000 per troy ounce pada 2030.
Dengan asumsi nilai tukar Rp16.838 per dolar AS, level tersebut setara sekitar Rp168,38 juta per troy ounce.
Hans Kwee menilai lonjakan tersebut mencerminkan pergeseran besar dalam struktur ekonomi global.
Ia memperkirakan harga emas dunia masih memiliki ruang kenaikan yang signifikan dalam empat tahun ke depan, bahkan berpotensi meningkat hingga dua kali lipat dari level saat ini.
Dalam jangka lebih dekat, harga emas dunia pada 2026 ditargetkan berada di kisaran US$ 5.400 per troy ounce.
Optimisme terhadap prospek harga emas dunia juga sejalan dengan proyeksi sejumlah lembaga keuangan global.
Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank memperkirakan harga emas masih berpeluang naik hingga 20 persen dalam waktu dekat.
Buyback Antam
Ikuti harga emas dunia yang melonjak tajam, harga emas Antam (ANTM) hari ini, Senin (26/1/2026) juga melonjak dratis.
Harga buyback emas batangan 24 karat melonjak Rp28.000 per gram bila dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya.
Hingga kini, berdasarkan informasi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga jual kembali (buyback) emas Antam dipatok Rp2.750.000 per gram. (*)













