AGAM-Mahasiswa KKN Unand berikan edukasi cara membuat telur asin pada murid di buah SD. Begini cara bikin telur asin yang adek-adek.
Murid yang diberikan edukasi berada di SDN 38 Piladang dan SDN 18 Koto Tinggi. Murid pun antusias mengikuti program kerja mahasiswa KKN Unand itu.
Telur asin merupakan salah satu produk hasil ternak yang sangat dikenal dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Telur asin sering dijadikan lauk pendamping nasi, bubur, atau makanan lainnya karena rasanya yang gurih dan lezat.
Selain rasanya yang enak, telur asin juga memiliki ciri khas pada warna kuning telurnya yang lebih pekat dan teksturnya yang lebih berminyak dibandingkan telur biasa.
Keunggulan lain dari telur asin adalah daya tahannya yang lebih lama dibandingkan telur segar. Telur segar mudah rusak jika tidak segera dimasak, sedangkan telur asin dapat disimpan lebih lama karena adanya garam. Garam berfungsi sebagai bahan pengawet alami yang membantu menghambat pertumbuhan kuman, sehingga telur tidak cepat busuk dan tetap aman untuk dikonsumsi.
Telur asin umumnya dibuat dari telur itik atau telur bebek. Hal ini karena cangkang telur itik memiliki pori-pori yang lebih besar dibandingkan telur ayam. Pori-pori yang besar ini memudahkan garam masuk ke dalam telur selama proses pengasinan. Akibatnya, rasa asin dapat meresap dengan baik hingga ke bagian dalam telur, sehingga menghasilkan telur asin yang lezat dan berkualitas.
Proses pembuatan telur asin tergolong mudah dan tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Bahan-bahan yang digunakan juga sederhana, seperti telur itik, garam, dan media perendam seperti air garam, tanah liat, atau abu. Karena prosesnya mudah, pembuatan telur asin dapat dilakukan di rumah oleh siapa saja, termasuk oleh keluarga peternak itik.
Selain sebagai bahan makanan, pengolahan telur asin juga memiliki nilai ekonomi. Telur itik yang diolah menjadi telur asin memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan telur mentah. Oleh karena itu, pembuatan telur asin dapat menjadi peluang usaha rumahan yang menjanjikan. Usaha ini dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memberikan nilai tambah pada hasil ternak yang dimiliki.
Tujuan dari pembelajaran ini adalah agar siswa dapat mengenal telur asin sebagai salah satu makanan hasil ternak yang banyak disukai masyarakat Indonesia.
Siswa diharapkan dapat memahami bahwa telur asin dibuat dari telur itik karena kulit telurnya memiliki pori-pori yang besar sehingga garam mudah masuk ke dalam telur. Selain itu, siswa juga dapat mengetahui bahwa proses pembuatan telur asin cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah.
Melalui pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat memahami manfaat telur asin, yaitu rasanya yang enak, lebih awet ibandingkan telur biasa, serta dapat menjadi peluang usaha sederhana yang dapat menambah penghasilan keluarga.
Bahan dan Alat
Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan telur asin adalah telur itik yang segar, garam dapur, dan air. Sebagai alternatif, bisa juga menggunakan abu gosok, tanah liat, atau bubuk bata merah sebagai media pelapis. Alat yang diperlukan meliputi ember atau wadah plastik, baskom, sendok, serta kain lap untuk membersihkan telur.
Pemilihan Telur yang Baik
Kualitas telur sangat memengaruhi hasil akhir dari telur asin. Telur yang digunakan harus dalam kondisi segar, utuh, dan tidak berbau. Untuk menguji kesegaran telur, bisa direndam dalam air; telur segar akan tenggelam, sedangkan telur yang sudah lama akan mengapung.
Memilih telur yang baik bertujuan agar proses pengasinan berjalan optimal dan produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.
Langkah-Langkah Pembuatan Telur Asin
- Pertama, telur itik dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel di cangkang, kemudian dikeringkan.
- Kedua, siapkan larutan garam dengan mencampurkan garam dan air hingga larut secara sempurna, atau buat adonan garam dengan abu gosok, tanah liat, atau bubuk bata merah sebagai media pelapis.
- Ketiga, telur dilumuri adonan garam secara merata atau direndam dalam larutan garam hingga seluruh bagian telur terendam. Keempat, telur ditempatkan dalam wadah yang tertutup rapat selama 10 sampai 14 hari di suhu ruangan agar proses pengasinan berlangsung sempurna. Setelah masa pemeraman selesai, telur dicuci bersih dan bisa langsung direbus atau dikukus sebelum dikonsumsi.
Manfaat Telur Asin
Telur asin memiliki beberapa manfaat, seperti meningkatkan daya tahan telur, memberikan rasa yang khas dan gurih, serta menjadi sumber protein hewani yang mudah diolah.
Selain itu, telur asin juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena dapat dijual dengan Harga lebih mahal dibandingkan telur segar.
Kendala dalam Pembuatan Telur Asin
Beberapa kendala yang sering dihadapi ketika membuat telur asin adalah tingkat keasinan yang tidak merata, telur terlalu asin, serta risiko terjadinya kerusakan jika telur yang digunakan tidak dalam kondisi segar. Oleh karena itu, dibutuhkan kehati-hatian dalam memilih bahan serta mengontrol waktu pemeraman.
Kesimpulan
Pembuatan telur asin adalah salah satu bentuk pengolahan hasil ternak yang cukup sederhana namun memiliki nilai tambah yang tinggi. Dengan bahan dan alat yang mudah diperoleh, siapa pun bisa membuat telur asin secara mandiri. Jika dilakukan dengan teknik yang benar, telur asin dapat menjadi produk pangan yang bergizi, tahan lama, serta berpotensi sebagai usaha rumahan.
Daftar Pustaka
Soeparno. (2015). Ilmu dan Teknologi Pengolahan Telur. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.
Winarno, F. G. (2017). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Astawan, M. (2018). Telur: Sumber Pangan Bergizi. Jakarta: Penebar Swadaya.
Artikel ini ditulis oleh Afdhal Dinilhaq (2310622047), Dita Dwi Indriani (2310623003) dan Syifa Aripah (2310611082)













