Ragam  

Aktivitas SPPG Sei Rampah Disorot Warga, Ada Apa?

Lokasi yang disorot warga.
Lokasi yang disorot warga.

SERGAI-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) diduga membuang limbah cair langsung ke saluran drainase terbuka di pinggir Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Dusun VI, Desa Sei Rampah.

Dugaan tersebut mencuat setelah ditemukan aliran cairan kental berminyak yang diduga berasal dari aktivitas operasional gedung SPPG setempat. Namun, bisa juga dugaan itu keliru, mana limbah berasal dari tempat lain.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, Rabu (11/2/2026), bangunan SPPG yang berada di Dusun VI Desa Sei Rampah itu diduga tidak memiliki instalasi pengolahan limbah yang memadai.

Di sekitar area bangunan terlihat cairan bertekstur kental, berwarna putih, berminyak dan berbuih, serta menimbulkan aroma menyengat yang tercium cukup kuat.

Di sisi bawah dinding bangunan, tampak terpasang pipa paralon berwarna biru dengan diameter sekitar 2,5 inci dan panjang lebih kurang lima meter. Pipa tersebut diarahkan langsung ke paret atau saluran drainase umum di pinggir Jalan Lintas Sumatera.

Dari pipa itulah, air yang diduga bercampur limbah berlemak mengalir tanpa melalui proses penyaringan atau pengolahan terlebih dahulu.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan potensi pencemaran lingkungan. Pasalnya, lokasi pembuangan berada di jalur lalu lintas padat dan tidak jauh dari kawasan permukiman warga.

Jika benar limbah tersebut berasal dari aktivitas operasional SPPG dan tidak melalui proses pengolahan sesuai standar, hal ini berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan sekitar.

Sejumlah warga sekitar mengaku mencium bau tidak sedap dari arah saluran drainase, terutama saat cuaca panas. Namun, mereka belum mengetahui secara pasti sumber cairan tersebut.

Sementara itu, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp.

Berita ini akan diperbarui setelah pihak terkait memberikan klarifikasi atau penjelasan resmi mengenai dugaan pembuangan limbah tersebut. (ML.hrp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *