SOLOK SELATAN – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berjalan objektif, transparan, dan akuntabel. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkarakter, produktif, dan kompetitif.
Sebagai bentuk pengawasan bersama, Pemkab Solok Selatan bersama DPRD, Polres, Kejaksaan Negeri, Kodim 0309, serta sejumlah elemen terkait menandatangani Pakta Integritas pelaksanaan SPMB. Dalam pakta tersebut ditegaskan bahwa pelaksanaan penerimaan murid baru yang tidak objektif, tidak transparan, dan tidak sesuai aturan akan dikenakan sanksi.
Penandatanganan pakta integritas dilakukan bersamaan dengan launching dan sosialisasi SPMB di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (21/5/2026).
Bupati Solok Selatan, Khairunas, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, termasuk meminimalisasi persoalan dalam proses penerimaan murid baru.
“Tahun lalu Solok Selatan sudah mulai menerapkan sistem penerimaan berbasis aplikasi. Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk pelayanan publik, terutama di bidang pendidikan,” ujar Khairunas.
Menurutnya, penerapan sistem digital diharapkan mampu membuat proses penerimaan murid baru berjalan lebih cepat, terbuka, dan mudah dipantau masyarakat.
Khairunas juga mengajak seluruh kepala sekolah, operator sekolah, dan pihak terkait untuk memahami regulasi penerimaan murid baru secara menyeluruh.
“Utamakan pendidikan anak yang tertib, kondusif, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap pelaksanaan SPMB menjadi bagian dari program unggulan pemerintah daerah di sektor pendidikan. Saat ini, program sekolah gratis di Solok Selatan telah dinikmati hingga jenjang SMA, ditambah bantuan seragam gratis yang diberikan setiap tahun.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat, Dr. Khairullah, menyebut penandatanganan pakta integritas dilakukan setelah rampungnya petunjuk teknis pelaksanaan SPMB.
“Harapan kita, SPMB ini menjadi sebuah sistem yang mampu memastikan proses penerimaan berjalan berkeadilan, transparan, objektif, dan tanpa diskriminasi,” katanya.
Ia berharap petunjuk teknis yang telah disusun dapat disosialisasikan secara maksimal kepada seluruh elemen masyarakat. (Jup)













