Setiap daerah tentu mempunyai sejarah penting dalam satu tatanan yang membangun daerah tersebut. Hal ini tidak terlepas dari waktu, geografis, maupun tokoh berpengaruh dalam suatu tatanan masyarakat.
Padang Ganting mempunyai sejarah pekat yang patut dibincangkan baru baru ini. Sebelum itu, perlu dikenalkan Nagari ini berada di Tanah Datar.
Memiliki 4 Jorong diantaranya Jorong Rajo Dani, Jorong Koto Gadang, Jorong Koto Gadang Hilia dan Jorong Koto Alam. Jorong Koto Gadang Hilia sendiri merupakan pemekaran dari Koto Gadang.
Cakupan daerah yang luas dan membentang bukit yang mengelilingi nagari ini dengan bentuk yang cekung maka dari itu daerah ini dinamakan Padang Ganting, di lain sisi dikatakan nama Padang Ganting ini merupakan hasil pengaruh tokoh besar dalam catatan perjalanan Padang Ganting yaitu Tuan Kadhi.
Diceritakan Tuan Kadhi adalah salah satu menteri Agama, pendidikan dan Hakim di wilayah Koto Piliang. Disebutlah iya sebagai Suluah Bendang Koto Piliang, diartikan sebagai penerang dan penentu arah nagari itu sendiri dan di sini Tuan Kadhi penerang dalam suku Koto Piliang ujar Datuak Z Pandito Lahie salah satu tokoh adat di Nagari Padang Ganting.
Selanjutnya Tuan Kadhi bukanlah nama kasih dari Ibu atau Bapaknya, akan tetapi merupakan gelar, “Kadhi” berasal dari Bahasa Arab “Qadhi” yang berarti hakim, sejalan dengan tugasnya yaitu menjatuhkan hukuman bagi siapa saja yang memiliki perkara pada masa Pagaruyung.
Adanya kebiasaan dan tugasnya yang menjatuhkan hukuman, dengan alat atau penggunaan pedang, dilakukan secara terus menerus hingga pedang yang digunakan genting, maka dari itu dinamakan Padang Ganting.
Menggali dan mengumpulkan Profil Nagari di Padang Ganting menjadi program kerja utama mahasiswa KKN Reguler 1 Unand 2026 di Padang Ganting, terfokus dalam rumpun Humaniora atau rumpun yang bergiat melakukan observasi terhadap budaya, kebiasaan, makanan daerah dan hal hal yang menjadi ciri khas Padang Ganting.
Melalui ini Tuan Kadhi menjadi salah satu cagar budaya yang ada di Padang Ganting, untuk meningkatkan dan melestarikan keberadaan Tuan Kadhi, mahasiswa KKN Unand mencoba inovasi baru dalam bentuk kreasi pembuatan Film Pendek yang berjudul “Suluah Bendang Koto Piliang” sebagai bentuk pengajaran dan memperkenalkan kembali tokoh penting yang sangat berpengaruh di Padang Ganting, dan juga beberapa makam penting yang bersejarah di Padang Ganting seperti Makam Syekh Ibrahim, Syekh Al-Ayyubi dan Makam Ongku Kataping dengan jarak yang cukup dekat satu sama lain.
Program ini diawali dengan melakukan observasi langsung dan mendata apa saja kebudayaan yang ada di Padang Ganting, wawancara langsung dengan sumber yang terpercaya dan tahu tentang sejarah Padang Ganting dan seluk beluk Tuan Kadhi.
Pada tahap ini semua informasi yang didapatkan menjadi bahan utama untuk melakukan analisis lebih kuat. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data dari berbagai sumber kemudian ditulisankan secara berurut dengan beberapa bahan yang dipilah seperti mengenai sejarah Padang Ganting bersambung dengan perkenalan Tuan Kadhi di Padang Ganting, dan juga perannya di Padang Ganting.
Berikutnya dilakukan pembuatan naskah dengan inovasi dan ide menyesuaikan area sekitar dengan sumber utama hasil wawancara dengan beberapa tokoh tersebut. Langkah selanjutnya, eksekusi syuting dengan pemain yang diambil dari anak-anak nagari Padang Ganting, didukung dengan keberadaan rekan-rekan KKN. Terakhir dilakukan pengeditan vidio dan memasukkannya ke dalam Youtube serta finishing berakhir di website.
Program ini memiliki tujuan terhadap kepekaan dan pengalaman yang dapat diserap oleh masyarakat terutama generasi muda setempat yang akan bertumbuh kembang dan diharapkan mampu mengetahui serta memahami sejarah, tokoh penting dan budaya area Padang Ganting.
Tentu hal ini juga menjadi penunjang untuk Padang Ganting dikenal ke kancah yang lebih luas dan terkemuka. Tentu itu menjadi harapan besar baik bagi Wali Nagari, Masyarakat maupun Mahasiswa KKN Reguler 1 2026 Padang Ganting. (Mayang Puti Ifanny, Mahasiswa KKN Reguler 1 Unand 2026 Nagari Padang Ganting, Tanah Datar)













