Ragam  

Tumbuhkan Empati dan Tebar Kebaikan: Penerima BCB Unand Adakan Pesantren 1.000 Cahaya Ramadan di Huntara

Foto bersama di sela kegiatan
Foto bersama di sela kegiatan

PADANG-Mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Universitas Andalas angkatan 6 dan 7 mengadakan kegiatan Pesantren 1.000 Cahaya Ramadan, Minggu (9/3/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di daerah daratan rendah dan jauh dari pemukiman masyarakat, tepatnya di kawasan hunian sementara (huntara) mandiri Kampung Talang, Jalan Koto Tua, Kelurahan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Padang, Sumatera Barat.

Kegiatan ini mengutamakan masyarakat yang terdampak pasca bencana banjir pada November hingga Desember 2025.

Bencana banjir yang terjadi pada tahun lalu mengakibatkan beberapa masyarakat di daerah Batu Busuk harus kehilangan tempat tinggal mereka.

Oleh karena itu, banyak dari berbagai pihak dan para donatur yang mengulurkan tangan untuk membantu menyediakan tempat tinggal sementara bagi masyarakat terdampak.

Dengan mengusung tema Ramadhan mengabdi, senyum mengispirasi sekaligus sebagai momen menerbarkan kebaikan sesama.

Selain itu, bertujuan untuk menghadirkan senyuman, kebahagiaan, sikap saling berbagi dan saling menguatkan.

Dengan begitu, Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah pribadi kepada sang pencipta semata, tetapi juga membuka kesempatan untuk bersilaturrahmi dan memberikan kebahagiaan bagi orang di sekitar.

Kegiatan dibuka Kepala Subdiroktarat (Kasubdit) Universitas Andalas, Dr. Eng. Budi Rahmadya.

Tidak hanya itu, Herlambang Tinasih Gusti, S.P.,CT. selalu mentor BCB Unand turut membersamai kegiatan ini.

“Program kegiatan ini menjadi momentum bagi penerima BCB angkatan 6 dan 7 untuk melatih dan sosial skill, agar terbiasa untuk bersikap peduli dan saling membantu lingkungan sekitar ditengah pergeseran nilai humanis karena perkembangan teknologi,”ujarnya.

Kehadiran mahasiswa disambut baik dengan tangan terbuka oleh Ilham selaku ketua pemuda Kampung Talang, bapak dan ibu, serta anak-anak. Sejak awal acara hingga penutupan terlihat antusiasme masyarakat terutama anak-anak yang sangat bersemangat mendengarkan dalam mengikuti seluruh rangkaian acara selesai.

Anak-anak dan ibu-ibu sudah lebih awal berkumpul di posko kegiatan sebelum acara dimulai. Ketika kegiatan seru-seruan berlangsung, suasana tampak meriah pada sesi storytelling yang dipandu oleh salah seorang penerima BCB angkatan 6, yaitu Azizah Putri Ramadhani. Dalam sesi storytelling diselingi dengan menonton video kisah Nabi Nuh.

Suasana semakin menyenangkan dengan sikap antusiasme dan interaktif anak-anak sangat sesi games yang dibagi menjadi tiga kelompok, kemudian diberikan pertanyaan-pertanyaan.

Pendekatan semacam ini dipilih sebagai bentuk edukasi keagamaan dan penguatan nilai keberanian, kesabaran, serta kekompakan dalam menjawab setiap pertanyaan.

(Maryatul Kuptiah, Mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Andalas yang bergiat dalam organisasi mahasiswa Labor Penulisan Kreatif dan Humas FIB UNAND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *