Ragam  

Sawit Jadi Tulang Punggung Ekonomi,. Bupati Aceh Singkil Minta Bibit Berkualitas

ACEH SINGKIL-Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon menegaskan kelapa sawit tetap menjadi sektor utama penopang perekonomian masyarakat di daerahnya. Hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis dan iklim Aceh Singkil yang memiliki curah hujan tinggi, sehingga dinilai paling cocok untuk pengembangan komoditas tersebut.

Menurut Safriadi, hingga saat ini belum ada sektor pertanian lain yang mampu menyaingi keuntungan ekonomi dari kelapa sawit. Ia bahkan menyebut masyarakat cenderung enggan mengembangkan komoditas selain sawit tanpa adanya dukungan subsidi dari pemerintah.

“Bagaimana produksi sawit bertambah dan mutunya meningkat. Jangan masyarakat diberi bibit sembarangan,” tegasnya saat membuka ekspos laporan kegiatan dan rencana kerja Forum Multi Pihak Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (PSDA-LH) Aceh Singkil di Aula Bappeda, Rabu (22/4/2026).

Safriadi mengingatkan jajarannya untuk memberi perhatian serius terhadap sektor sawit, dimulai dari penyediaan bibit unggul bagi petani. Ia menekankan bahwa kualitas bibit menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan petani.

“Bibit sawit yang bagus itu kunci. Kalau diberikan bibit asal-asalan, siap-siap dimarahi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta organisasi non-pemerintah (NGO) yang menjadi mitra pembangunan agar ikut berperan aktif dalam mendukung pengembangan sektor sawit di Aceh Singkil.

Kelapa sawit sendiri merupakan komoditas andalan Kabupaten Aceh Singkil. Diperkirakan hampir 70 persen penduduk menggantungkan hidup dari sektor ini, mulai dari pemilik kebun, buruh panen, hingga pelaku distribusi dan perdagangan.

Data pemerintah daerah mencatat, Aceh Singkil menempati peringkat kedua sebagai wilayah dengan luas perkebunan sawit terbesar di Provinsi Aceh. Luas perkebunan sawit milik perusahaan dengan hak guna usaha (HGU) mencapai 44.483,12 hektare, sementara kebun sawit rakyat tercatat seluas 31.351 hektare.

Dengan ketergantungan yang tinggi terhadap komoditas ini, fluktuasi harga sawit turut berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat setempat. Pemerintah daerah pun berupaya memastikan sektor ini tetap produktif dan berkelanjutan melalui berbagai program dukungan bagi petani. (AMN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *