Ragam  

Longsor di Nias, Jalan Desa Tertimbun Tanah, Sudah Dua Hari Berlalu, Material Belum Dibersihkan, Pemerintah ke Mana Saja?

Material longsor yang menimbuin badan jalan.
Material longsor yang menimbuin badan jalan.

NIAS-Bencana tanah longsor terjadi di Nias. Jalan yang tertimbun tanah yang melumpuhkan mobilitas dan konektivitas antar desa.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan dan membuka kembali akses jalan yang terputus.

Longsor terjadi di Desa Ladea, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Jalan tertimbun tanah dan kayu. Longsor dipicu oleh hujan deras.

Pantauan di lokasi, geografis desa itu berada di dataran tinggi dengan struktur tanah labil.

Tebing setinggi kurang lebih 10 meter longsor setelah hujan deras menerjang Desa tersebut.

Jalan antar desa tertutup material sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Salah satu warga mengatakan, longsor menutupi akses jalan tersebut terjadi, Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 16:00 dan setelah beberapa hari hingga sampai saat ini material longsor masih dibiarkan begitu saja.

Dia menyebut, jalan yang tertutup tanah longsor merupakan jalan penghubung antara Desa Ladea dan Desa Sisobahili.

Selain itu, juga jadi penghubung antara Desa Tuhegeo II, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi.

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. “Ruas jalan yang tertimbun longsor tidak dapat dilalui kendaraan bermotor roda dua dan roda empat dan sangat berdampak bagi beberapa desa karena akses jalan ini digunakan warga yang paling dekat dilalui untuk menuju ke jalan nasional. Sedangkan, jalan lain harus memutar jauh, “kata seorang warga, Jumat (10/4/2026).

Dia khawatir, timbunan material longsor memanjang hingga 30 meter sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Tak hanya itu, ujung material longsor juga hampir mencapai dekat pemukiman warga.

Warga minta bantuan ke pemerintah atau dinas terkait agar segera menurunkan alat berat untuk pembersihan timbunan tanah longsor karena tebalnya material tanah.

“Ini betul-betul akses utama warga ke kota dan begitu juga siswa SD, SMP dan SMA untuk mendapatkan pendidikan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, salah seorang warga bermarga Bate’e yang merupakan pengendara roda dua mengatakan, sudah dua hari pasca tertimbun bahan material longsor, namun belum ada tindakan pemerintah untuk melakukan perbaikan jalan.

Padahal, pihak dinas terkait telah berjanji membuka kembali jalan yang tertutup, namun hingga kini material longsor masih menutup jalan.

“Tentunya besar harapan kita kepada pemerintah segera menurunkan alat berat untuk membersihkan material tanah dan batu yang menutup jalan agar akses bisa kembali dilalui,” kata dia. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *