Ragam  

Asap Dapur Pekerja Tambang di Kuansing Terancam Tak Mengepul, Ada Apa Gerangan?

Ilustrasi tambang emas
Ilustrasi tambang emas

KUANSING-Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mulai mengalami kelesuan. Ada apa gerangan?

Hal ini dipicu sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang menjadi kebutuhan utama dalam operasional tambang ilegal tersebut.

Kondisi ini berdampak langsung terhadap perekonomian sebagian masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut.

Para pekerja tambang mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat terhentinya pekerjaan.

Di salah satu warung kopi, Kamis (23/4/2026) pagi, sejumlah pekerja mengeluhkan kelangkaan solar.

“Sekarang solar sangat sulit dicari. Kalaupun ada, harganya sudah sangat tinggi,” ujar salah seorang pekerja.

Ia menambahkan, jika kondisi ini terus berlanjut, maka kehidupan mereka akan semakin tertekan.

“Kalau begini terus, dapur tidak akan mengepul. Kebutuhan hidup tinggi, ditambah biaya sekolah anak. Motor juga masih kredit, bisa-bisa ditarik,” ungkapnya dengan wajah lesu.

Para pekerja berharap pemerintah daerah hingga pusat dapat mencarikan solusi, terutama dengan menyediakan lapangan pekerjaan alternatif bagi masyarakat kecil.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Kami ini hanya pekerja serabutan. Kalau kebutuhan pokok seperti beras dan biaya sekolah anak tidak terpenuhi, bagaimana nasib kami,” katanya.

Mereka juga menyadari aktivitas yang dilakukan bertentangan dengan hukum.

Namun, keterbatasan lapangan pekerjaan dan tidak semua masyarakat memiliki kebun karet atau sawit membuat mereka terpaksa memilih pekerjaan tersebut.

“Kami tahu ini salah di mata hukum, tapi kami tidak punya pilihan. Kami bukan mencari kekayaan, hanya ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk keluarga,” tutupnya. (Ridho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *