Ragam  

Pasar Modern Teluk Kuantan Dikeluhkan Warga, Jalan Berlumpur hingga Genangan Air Jadi Sorotan

Pasar modern Teluk Kuantan
Pasar modern Teluk Kuantan

KUANSING-Kondisi pasar modern berbasis tradisional di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menuai sorotan dari masyarakat.

Pasalnya, fasilitas pasar dinilai jauh dari kesan modern, terutama akses jalan masuk yang masih berupa tanah dan kerikil serta kondisi di dalam pasar yang kerap berlumpur saat hujan.

Salah seorang warga Teluk Kuantan, Erma mengaku kecewa dengan kondisi pasar tersebut.

Menurutnya, keadaan pasar membuat masyarakat merasa malu, terutama jika ada pengunjung dari luar daerah.

“Coba lihat jalan sebelum masuk pintu gerbang pasar modern, masih tanah dan kerikil. Kalau ada warga luar daerah datang, tentu kita malu dengan kondisi jalan di luar maupun di dalam pasar,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Ia menilai, apabila pasar dikelola dengan baik, tentu dapat memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung. Namun saat hujan turun, kondisi pasar justru dinilai semakin memprihatinkan.

“Kalau pagi hari habis hujan sangat jorok. Jalan di gang-gang lapak digenangi air dan berlumpur hitam pekat,” jelasnya.

Erma menyoroti masih adanya pungutan retribusi lapak dan parkir yang rutin dilakukan, sementara kondisi pasar dinilai belum layak disebut pasar modern seperti di sejumlah daerah lain.

“Retribusi lapak dan parkir terus dipungut, tapi kondisi pasar tidak layak seperti pasar modern di kabupaten lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, juru pungut parkir Pasar Modern Teluk Kuantan, Ifriadi menjelaskan, tarif parkir kendaraan di lokasi tersebut. Untuk kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp2.000, sedangkan roda empat Rp3.000.

“Untuk roda dua Rp2.000 dan roda empat Rp3.000,” terangnya.

Saat dikonfirmasi terkait jumlah pendapatan retribusi parkir per hari, Ifriadi mengaku tidak mengetahui secara pasti karena seluruh hasil pungutan langsung disetorkan kepada bendahara Dinas Perhubungan Kuansing.

“Saya langsung menyetorkan ke bendahara Dishub. Setelah itu bendahara yang menyetorkan ke kas daerah melalui Bapenda Kuansing,” katanya.

Ia menyebutkan, berdasarkan sepengetahuannya, pendapatan dari retribusi parkir yang telah disetorkan selama April hingga Mei 2026 mencapai sekitar Rp117 juta.

“Sepengetahuan saya, dari April sampai Mei ini sudah sekitar Rp117 juta yang disetorkan bendahara Dishub melalui rekening Bapenda Kuansing,” bebernya.

Secara terpisah, awak media mencoba mengonfirmasi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kuansing, Masrul Hakim, terkait informasi setoran tersebut. Namun, ia mengaku masih berada dalam rapat.

“Saya lagi rapat, nanti saya tanyakan dulu ke kepala bidang,” ujarnya. (ridho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *