BUTON TENGAH-Kebakaran melanda deretan rumah toko (Ruko) di Pasar Lombe, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sultra, sekira pukul 06.30 wita, Kamis (5/3/2026).
Kejadian tersebut menghebohkan warga yang sedang memulai aktivitas jual beli pada pasar teramai di Buteng itu.
Amukan si jago merah yang begitu cepat merambat, berhasil melahap 10 unit ruko di komplek penjualan sayur.
Untuk mencegah api menyebar luas, warga cepat membuka atap Ruko di sekitarnya dan menyiramkan air dengan alat seadanya.
Mobil pemadam kebakaran yang datang pun tidak bisa masuk ke lokasi sumber api. Terpaksa selang air dilewatkan melalui sebuah Ruko yang pintu belakangnya tembus dekat lokasi.
Kobaran api baru bisa dipadamkan sepenuhnya pada pukul 09.11 wita, setelah petugas damkar, anggota Polres Buteng dan warga berjibaku menghentikan amukan si jago merah.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi ditaksir sampai belasan miliar. Pasalnya, Ruko yang terbakar adalah Ruko serba ada, barang pecah belah, sandal-sepatu, service HP, hingga usaha Salon.
Kepala Lingkungan 18 Kompleks Pasar Lombe, Kelurahan Bombonawulu, Jamaludin Ali, ditemui media ini di lapangan mengaku belum mengetahui penyebab terjadinya kebakaran ini.
Pasalnya, saat dirinya dan warga lain pertama kali datang sekira pukul 06.30 wita, sudah ada kobakaran dua Ruko. Setelah itu, api menyebar di kiri dan kanan dua Ruko tersebut.
“Ada delapan deretan ruko yang hangus terbakar, dua Ruko lainnya yang ujung kiri dan kanan hanya dibuka atapnya, supaya api tidak jauh menyebar, ” tuturnya.
Jamaludin menyebut, kerugian akibat dari kebakaran ini bisa ditaksir belasan miliar. “Ruko Jawa Indah saja ini yang menjual barang lengkap bisa sampai Rp 2 miliar. Belum lagi Ruko lain yang menjual pecah belah, sepatu, service HP dan Salon,” bebernya.
Kepala Bidang Pencegahan Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Peralatan, Damkar Buteng, Nasarudin, mengaku pihaknya mengetahui kebakaran tersebut dari warga yang menelpon sekira pukul 06.40 wita.
Ia pun langsung memerintahkan anggotanya yang mengoperasikan mobil Damkar yang standby di Kecamatan Lakudo dan Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng) untuk langsung ke lokasi kebakaran.
“Tiba di lokasi, kami kesulitan akses karena mobil tidak bisa masuk di titik yang dekat sumber api. Terpaksa selang air kami lewatkan di salah satu Ruko yang pintu belakangnya tembus ke dekat titik api sekitar 30 meter,” tuturnya.
Setelah dibantu anggota Polres dan warga, pihaknya baru bisa memadamkan api sepenuhnya dua jam kemudian.
“Kendala kami armada mobil Damkar masih sangat terbatas, sehingga kalau kehabisan air harus pergi lagi mengisi ke sumber air,” timpalnya.
Kendati begitu, pihaknya akan terus berupaya melalaui APBD maupun bantuan provinsi atau pusat untuk penambahan armada.
“Harapan kami, masing-masing kecamatan ada mobil Damkarnya, sehingga kalau ada kebakaran cepat teratasi,” harapnya.(uzi)













