Ragam  

Kisah Haru dari Solok Selatan, Ibu Setia Rawat Anak Disabilitas di Tengah Keterbatasan

Penyerahan bantuan
Penyerahan bantuan

SOLOK SELATAN-Rusdi Asmi (30), seorang pemuda disabilitas asal Padang Gantiang, Nagari Lubuk Malako, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan, menjalani hidup dalam keterbatasan fisik.

Kondisinya yang tidak lagi mampu bergerak leluasa membuat sebagian besar waktunya dihabiskan di dalam rumah.

Di tengah kondisi tersebut, sang ibu, Upiak, tetap setia mendampingi dan merawat anaknya. Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, ia terus berupaya memenuhi kebutuhan Rusdi agar tetap dapat menjalani hidup dengan layak.

Perjuangan keluarga ini pun mendapat perhatian dari berbagai pihak. Pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga masyarakat turut bergotong royong memberikan bantuan agar keluarga tersebut tidak merasa sendiri menghadapi cobaan hidup.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Solok Selatan, Nurhayati, mengatakan pemerintah terus memastikan keluarga Rusdi memperoleh bantuan sosial secara berkelanjutan.

“Bantuan yang diterima bukan hanya sekali, tetapi rutin dan akan terus diupayakan keberlanjutannya. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perhatian,” ujar Nurhayati, Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan, keluarga Rusdi telah menerima Bantuan Sosial (Bansos) Sembako sejak Januari 2024 hingga Maret 2025 melalui PT Pos Indonesia sebesar Rp200 ribu per bulan.

Selain itu, pada April 2025, keluarga tersebut juga menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dari Sentra Terpadu Inten Soeweno Kementerian Sosial berupa bantuan permakanan bagi penyandang disabilitas, seperti susu, kacang hijau, sarden, madu, beras, dan gula merah.

“Bantuan ini dikoordinasikan langsung melalui Dinsos PMD bersama pemerintah nagari dan masyarakat setempat,” jelasnya.

Tak hanya itu, pada Februari dan Maret 2026, keluarga Rusdi kembali menerima Bantuan Pangan Tahap I berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng dua liter.

Kepedulian juga datang dari pemerintah nagari dan aparat kepolisian. Pada 2026, Pemerintahan Nagari bersama Polsek Sangir Jujuan memberikan bantuan berupa beras 10 kilogram, dua tray telur ayam ras, satu kardus mie instan, cookies, kecap, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Nurhayati menegaskan, perhatian terhadap masyarakat rentan membutuhkan dukungan bersama dari seluruh elemen masyarakat.

“Yang dibutuhkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga perhatian dan kepedulian bersama agar mereka merasa tidak sendiri menghadapi kehidupan,” pungkasnya. (Jup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *