Ragam  

Perpisahan Haru di MAN 2 Solok Selatan, Kepala Kantor Kemenag Sampaikan Pesan yang Tak Boleh Dilupakan Siswa

Kepala MAN 2 Solok Selatan, Al Mudaris bersama Kepala Kantor Kementerian Agama, Fitriyoni.
Kepala MAN 2 Solok Selatan, Al Mudaris bersama Kepala Kantor Kementerian Agama, Fitriyoni.

SOLOK SELATAN-Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok Selatan, Fitriyoni hadiri perpisahan dan pelepasan siswa-siswi kelas XII MAN 2 Solok Selatan plus keterampilan tahun ajaran 2025/2026, Senin (13/4/2026).

Fitriyoni menyampaikan, momen perpisahan ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal menuju fase kehidupan yang lebih luas.

“Hari ini adalah hari yang penuh makna—hari perpisahan, namun bukan akhir dari perjalanan. Ini adalah gerbang awal menuju fase kehidupan yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menekankan, ilmu yang diperoleh di madrasah tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga mencakup nilai keimanan, akhlak mulia, serta pembentukan karakter yang kuat.

“Madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi tempat menempa diri menjadi insan yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah,” lanjutnya.

Fitriyoni juga mengingatkan, perpisahan bukan berarti terputusnya hubungan, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.

Ia berpesan agar para siswa terus menuntut ilmu sepanjang hayat.

“Teruslah belajar, jangan pernah berhenti menuntut ilmu, karena Rasulullah SAW mengajarkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban sepanjang hayat,” tambahnya.

Fitriyoni menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan yang telah mendidik dan membimbing siswa dengan penuh dedikasi.

Ia mengucapkan terima kasih kepada orang tua atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasah.

Kepala MAN 2 Solok Selatan, Al Mudaris berpesan kepada para siswa yang dilepas agar senantiasa menjaga salat dan ibadah, serta menghormati orang tua dan guru.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga nama baik almamater dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Ingatlah, kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari jabatan dan materi, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada orang lain,” tutupnya. (Jup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *