PADANG PARIAMAN-Sosialisasi PMK (penyakit mulut dan kulit), serta sanitasi kandang disambut antusias warga Kampung Pauh, Jumat (16/1/2026).
Kegiatan ini merupakan rangkaian program kerja peternakan yang dilaksanakan oleh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Andalas Campago Reguler 1 tahun 2026.
Mahasiswa memberikan sosialisasi terkait PMK kepada masyarakat yang memiliki ternak sapi di Nagari Campago.
Program kerja ini mencakup semua korong untuk pemerataan pelaksanaan program.
Materi sosialisasi PMK diusung karena penyakit ini sedang marak di beberapa daerah Sumatera Barat, dan termasuk penyakit berbahaya yang menyebabkan infeksi seperti luka pada mulut, sariawan pada lidah sapi, luka pada pergelangan antara kuku kaki dan tulang sapi.
Meski penyakit ini termasuk berbahaya, beberapa gejalanya sering kali diabaikan dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Beberapa penanganan untuk penyakit PMK dapat dilakukan peternak dengan bahan yang mudah ditemukan. Salah satu bahan alami adalah jeruk nipis yang dicampur larutan gula merah dengan air, lalu dimasukkan ke dalam semprotan.
Penggunaannya adalah dengan menyemprotkan langsung larutan pada bagian tubuh sapi yang telah terinfeksi. Jeruk nipis dapat membunuh bakteri penyebab PMK melalui asam yang kuat.
Masyarakat yang mengikuti sosialisasi tidak hanya menyimak materi dengan baik, tetapi turut aktif dalam sesi diskusi.
“Peternak sering kali kesusahan menghadapi ternak sapi yang sulit untuk makan. Bagaimana cara untuk mengatasi masalah tersebut?” ujar salah satu peserta.
“Penanganan terhadap ternak sapi yang sulit untuk makan bisa diatasi dengan membuat larutan air gula merah, lalu disiramkan ke pakan ternak. Larutan gula merah dapat meningkatkan nafsu makan pada ternak sapi,” jawab Andi Suhendi selaku salah satu penanggung jawab proker peternakan.
Selain sosialisasi PMK, terdapat kegiatan sanitasi kandang sebagai solusi pencegahan penularan penyakit PMK. Sanitasi kandang dilakukan dengan menggunakan disinfektan cairan super sol yang dicampurkan dengan air lalu di semprotkan secara menyeluruh di dalam atau luar kandang.
Wali Korong Kampung Pauh mendukung penuh pelaksanaan proker ini dengan turut hadir dalam kegiatan, “Semoga dengan adanya KKN ini mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmunya kepada masyarakat secara langsung. Kami senang dan siap mendukung setiap program kerja mahasiswa. Harapannya KKN UNAND akan terus bekerja sama dengan Nagari Campago,” kata dia.
KKN adalah tempat mahasiswa untuk dapat mengamalkan ilmunya dengan terjun langsung ke masyarakat. Satu langkah kecil menuju perubahan yang besar untuk nagari. (Siti Rubaiah Al Adawiyah)











