JAKARTA-Harga tiket lebaran merupakan kewenangan manajemen masing-masing perusahaan otobus. Pihak perusahaan mempertimbangkan biaya operasional dan kemampuan pelanggan.
Namun, harga tiket lebaran bisa diestimasi karena ada peraturan pemerintah yang membatasi. Khusus untuk bus Sumbar, tiket lebaran setelah dituslah, kemungkinan termahal Rp1,2 jutaan. Harga tiket itu untuk kelas sleeper.
Kemudian, untuk kelas selonjoran, diestimasi di harga Rp1 jutaan dan kelas eksekutif di harga Rp850 ribuan. Harga pastinya akan dirilis masing-masing manajamen bus, tepat seminggu setelah dan sesudah lebaran. Pantau saja medsos masing-masing bus Sumbar
Banyak warga mempertanyakan, mengapa harga tiket bus mahal saat angkutan mudik dan arus balik Lebaran. Manembak kosong merupakan salah satu alasan tiket bus dinaikkan.
Jelang Lebaran 2026, tiket bus Jakarta-Sumbar akan sedikit mahal bila dibandingkan dengan waktu normal. Perusahaan otobus akan menerapkan tuslah atau penyesuaian tarif. Hal itu lazim terjadi tiap tahun.
Pertanyaannya, kenapa tarif tuslah diterapkan tiap arus balik? Pengusaha menerapkan tarif tuslah bukan untuk mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya, atau memanfaatkan aji mumpung.
Tuslah diterapkan guna menutupi biaya operasional. Dalam musim balik, bus hanya berisi satu arah. Ketika musim balik, penumpang hanya ramai dari Sumbar ke Jakarta. Sementara dari Jakarta ke Sumbar nyaris kosong.
Guna melayani penumpang, walau bus kosong tetap akan diberangkatkan. Jadi, jangan salah paham dengan penerapan tuslah.
Kembali normal
Setelah angkutan mudik usai, tiket bus Sumbar akan kembali ke posisi normal. Bus Sumbar menyediakan beragam kelas untuk rute Jakarta dan Bandung. Ada eksekutif, ada ma unjua, ada sutan class, ada suite combi, ada luxury, ada dream class, suite family, kudo gadang, ninik mamak, royal class, presiden class dan sebagainya. (*)













