Ragam  

Solidaritas Guru Solok Selatan Mengharukan, PGRI Serahkan Donasi Rp20,6 Juta untuk Keluarga Guru Korban Tenggelam di Batang Sangir

PGRI Solok Selatan Takziah ke Rumah Duka Almarhum Sutrisno, Serahkan Donasi Rp20,6 Juta

SOLOK SELATAN-Rasa duka atas meninggalnya Sutrisno, guru yang menjadi korban tenggelam di Sungai Batang Sangir, Kecamatan Sangir Batang Hari, masih menyelimuti keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok Selatan. Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, pengurus bersama anggota PGRI menghimpun bantuan dan menyerahkannya langsung kepada keluarga almarhum.

Usai menggelar Rapat Koordinasi PGRI Kabupaten Solok Selatan, jajaran pengurus melakukan kunjungan takziah ke rumah duka almarhum pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kebersamaan dan kepedulian para guru terhadap rekan sejawat yang sedang tertimpa musibah.

Ketua PGRI Kabupaten Solok Selatan, Asbandi mengatakan, gerakan kemanusiaan tersebut lahir dari rasa empati seluruh anggota PGRI se-Kabupaten Solok Selatan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar PGRI Solok Selatan kepada almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. Kami hadir untuk memberikan dukungan moral sekaligus bantuan yang berhasil dihimpun dari para anggota,” ujar Asbandi saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2026).

Dalam kesempatan itu, PGRI Kabupaten Solok Selatan menyerahkan bantuan hasil donasi yang dikumpulkan dari para guru dan keluarga besar PGRI. Total bantuan yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp20.651.000.

Menurut Asbandi, bantuan tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persaudaraan di lingkungan profesi guru. Ia mengapresiasi seluruh pengurus dan anggota PGRI yang telah berpartisipasi sejak awal musibah terjadi.

“Sejak almarhum dinyatakan hilang hingga ditemukan, anggota PGRI terus bergerak memberikan dukungan, baik berupa bantuan dana, logistik, tenaga, maupun doa. Kepedulian ini menunjukkan bahwa keluarga besar PGRI selalu hadir dalam setiap situasi, terutama saat salah satu anggotanya mengalami musibah,” ungkapnya.

PGRI Solok Selatan juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, relawan, aparat pemerintah, tim pencarian, serta seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian korban di Sungai Batang Sangir.

Diketahui, Sutrisno dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Batang Sangir, Sabtu (30/5/2026). Setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan bersama masyarakat, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Musibah tersebut menjadi duka mendalam bagi dunia pendidikan Solok Selatan. Namun di balik peristiwa itu, muncul semangat kebersamaan dan solidaritas yang kuat dari para guru yang tergabung dalam PGRI Solok Selatan untuk terus saling mendukung dan menguatkan. (Jup)

Exit mobile version