BATUSANGKAR-Mahasiswa KKN Universitas Andalas (Unand) 2026 Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar melakukan eksplorasi dan promosi terhadap kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Nagari III Koto, tepatnya Jorong Galogandang.
Kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Unand, khususnya lintas disiplin FIB, FISIP dan FEB merupakan suatu upaya untuk menggali, mendokumentasikan, serta mempromosikan kearifan lokal yang masih dipertahankan di tengah kemajuan modernisasi yang sangat pesat. Salah satu kearifan lokal masyarakat Jorong Galogandang adalah produk kriya berbahan tanah liat yang disebut dengan balango.
Selain sebagai warisan budaya, balango juga bernilai ekonomi sehingga dapat menjadi sumber penghasilan utama masyarakat setempat. Bahkan, balango telah diakui oleh UNESCO sejak 2011 sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Hal ini disampaikan oleh Mak Mi, salah satu pengrajin yang telah menekuni balango sejak 2007.
Mulanya pada masa penjajahan, masyarakat Galogandang bermukim di bukit dan pada saat itu mereka tidak memiliki alat untuk memasak. Kondisi yang sulit membawa masyarakat berpikir dan berupaya lebih jauh sehingga terbentuklah alat masak dari tanah liat yang kini disebut dengan balango (Mak Mi).
Seiring perkembangan zaman, proses pembuatan balango yang diajarkan oleh nenek moyang terdahulu masih dipertahankan hingga saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Galogandang tetap mempertahankan teknik-teknik yang telah diajarkan oleh nenek moyang, tentunya dengan tambahan inovasi dan kreativitas berdasarkan kegunaannya.
Tidak hanya menjadi alat masak sederhana, tetapi dapat pula menjadi produk kriya yang unik dan bermacam macam, seperti vas bunga, asbak rokok, patung mini, dan lain-lain. Menurut Mak Mi, dengan adanya pengembangan inovasi dan kreativitas dapat membawa balango ke arah yang lebih luas dengan nilai jual yang tinggi.
Dari segi pemasarannya, balango telah tersebar sangat luas bahkan hingga luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Jangkauan yang cukup luas ini dapat menjadi potensi yang kuat bagi masyarakat Galogandang terutama bagi generasi muda sebagai ide bisnis yang menjanjikan. Sehingga, peran generasi muda sangat penting dalam perkembangan balango, terutama dalam memberikan ide-ide kreatifnya.
Melalui kegiatan ini, KKN Unand 2026 Nagari III koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar menunjukkan bahwa balango adalah bentuk nyata bahwa kearifan lokal tidak hanya berhenti di masa lalu saja. Tetapi, dapat berkembang dan berfungsi di kehidupan masyarakat saat ini.
Dengan langkah kecil melalui ekspolarasi, dokumentasi, dan promosi menjadi keberlangsungan dalam pelestarian balango sebagai warisan budaya lokal masyarakat Jorong Galogandang, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar.
(Penulis : Fadiyah Zahwa, Mahasiswa KKN Unand Nagari III Koto)