Tanaman aren (Arenga pinnata) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama sebagai penghasil nira.
Untuk mencapai produktivitas yang maksimal, kualitas air menjadi faktor krusial yang harus diperhatikan selain kondisi tanah dan iklim. Air tidak hanya berfungsi sebagai pelarut hara, tetapi juga berperan dalam proses fisiologis yang menentukan volume dan kualitas nira yang dihasilkan.
- Derajat Keasaman (pH) Air
Kualitas air yang ideal untuk tanaman aren berada pada rentang pH netral hingga sedikit asam, yaitu antara 5,5 hingga 7,0. Air dengan pH yang terlalu ekstrem (terlalu asam atau terlalu basa) dapat mengganggu ketersediaan unsur hara di dalam tanah dan menghambat penyerapan nutrisi oleh akar.
Air yang cenderung netral memastikan mikroorganisme tanah tetap aktif dalam membantu proses dekomposisi
bahan organik yang dibutuhkan tanaman.
- Kadar Salinitas dan Tingkat Garam
Meskipun tanaman aren memiliki daya adaptasi yang cukup baik, kualitas air dengan tingkat salinitas yang rendah sangat disarankan.
Kandungan klorida dan natrium yang terlalu tinggi dalam air dapat menyebabkan stres osmotik pada tanaman, yang ditandai dengan ujung daun yang menguning atau mengering (terbakar). Untuk hasil terbaik, air irigasi sebaiknya memiliki nilai daya hantar listrik (DHL) yang rendah guna memastikan tidak terjadi penumpukan garam pada zona perakaran.
- Kebersihan dari Pencemar Kimia dan Logam Berat
Air yang digunakan untuk penyiraman atau yang mengalir di sekitar area perakaran harus bebas dari kontaminasi limbah industri maupun domestik.
Kandungan logam berat seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), atau kadmium (Cd) tidak hanya merusak pertumbuhan sel tanaman, tetapi juga berisiko mengontaminasi produk turunan aren, seperti gula semut atau nira segar, sehingga membahayakan konsumsi manusia.
- Kandungan Oksigen Terlarut dan Kekeruhan
Air yang mengalir secara alami biasanya memiliki kandungan oksigen terlarut yang lebih baik dibandingkan air yang tergenang.
Tanaman aren membutuhkan drainase yang baik; oleh karena itu, air yang membawa terlalu banyak sedimen atau lumpur (tingkat kekeruhan tinggi) dapat menutup pori-pori tanah dan menghambat aerasi akar. Air yang bersih dan jernih memastikan proses respirasi akar berlangsung optimal.
- Ketersediaan Air Sepanjang Tahun
Selain kualitas kimiawi, konsistensi ketersediaan air juga menentukan kualitas pertumbuhan. Tanaman aren membutuhkan pasokan air yang cukup besar, terutama pada fase pertumbuhan vegetatif dan awal pembungaan. Meskipun demikian, air yang berkualitas bagi aren adalah air yang tidak menggenang. Genangan air yang berlebihan (anaerob) justru akan memicu pembusukan akar dan menurunkan kualitas nira yang dihasilkan saat penyadapan.
Kesimpulan
Kualitas air yang mendukung budidaya aren adalah air yang memiliki pH mendekati netral, rendah kadar garam, bebas dari polutan kimia, dan kaya akan oksigen terlarut. Pengelolaan sumber daya air yang baik akan berdampak langsung pada kesehatan batang pohon dan peningkatan debit nira, yang pada akhirnya meningkatkan keuntungan bagi petani aren. (Jumaifa Ardelif Fitri, Mahasiswi Teknik Lingkungan UNAND)