Ragam  

Korban Banjir Bandang Agam Terima Santunan, Jadup hingga Uang Duka

Korban Banjir Bandang Agam Terima Santunan, Jadup hingga Uang Duka

AGAM-Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Sosial terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu.

Berbagai bantuan sosial disalurkan kepada ribuan warga sebagai upaya mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.

Bantuan yang diberikan meliputi santunan bagi korban luka berat, santunan uang duka untuk ahli waris korban meninggal dunia, hingga bantuan jaminan hidup (jadup) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, mengatakan seluruh bantuan tersebut berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dan disalurkan secara bertahap kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Pemerintah tidak hanya hadir saat masa tanggap darurat, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak mendapatkan dukungan selama proses pemulihan berlangsung. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir bandang,” ujarnya, Sabtu (30/5).

Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Agam, sebanyak 105 warga menerima santunan luka berat. Kecamatan Palembayan menjadi daerah dengan jumlah penerima terbanyak yakni 96 orang, kemudian Malalak 6 orang dan Tanjung Raya 3 orang.

Sementara itu, bantuan santunan uang duka diberikan kepada ahli waris dari 203 korban meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Kecamatan Palembayan kembali menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak mencapai 169 jiwa. Selain itu, korban meninggal juga tercatat di Kecamatan Malalak sebanyak 18 orang, Tanjung Raya 12 orang, serta masing-masing satu orang di Palupuh, Matur, Lubuk Basung dan Ampek Nagari.

Selain santunan, pemerintah juga menyalurkan bantuan jaminan hidup (jadup) kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Secara keseluruhan, sebanyak 2.297 kepala keluarga menerima bantuan tersebut dengan rincian 553 KK kategori rumah rusak ringan, 78 KK rumah rusak sedang, dan 1.666 KK rumah rusak berat.

Untuk kategori rumah rusak ringan, Kecamatan Tanjung Raya menjadi daerah dengan jumlah penerima terbanyak mencapai 468 KK. Selanjutnya Matur 28 KK, IV Koto 21 KK, Palembayan 18 KK, Malalak 16 KK, serta masing-masing satu KK di Kamang Magek dan Palupuh.

Pada kategori rumah rusak sedang, bantuan disalurkan kepada 78 KK yang tersebar di sejumlah kecamatan, yakni IV Koto 22 KK, Tanjung Raya 21 KK, Malalak 17 KK, Palupuh 10 KK, Matur 6 KK, serta Kamang Magek dan Baso masing-masing satu KK.

Sedangkan untuk rumah rusak berat, tercatat sebanyak 1.666 KK menerima bantuan jadup. Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak mencapai 483 KK, disusul Tanjung Raya 456 KK, Palupuh 352 KK, Malalak 156 KK, Matur 91 KK, IV Koto 76 KK, Tanjung Mutiara 38 KK, Ampek Nagari 10 KK, Banuhampu 2 KK, serta Baso dan Lubuk Basung masing-masing satu KK.

Villa Erdi menambahkan, proses pendataan penerima bantuan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan nagari agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Menurutnya, banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam pada November 2025 lalu menjadi salah satu bencana terbesar yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Selain menyebabkan korban jiwa, bencana tersebut juga merusak rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai wilayah.

“Melalui bantuan sosial yang telah disalurkan ini, pemerintah berharap kondisi masyarakat terdampak dapat segera pulih dan aktivitas kehidupan warga kembali berjalan normal,” tutupnya. (HR)

Exit mobile version