BUNGO-Bupati Dedy Putra tinjau jembatan yang terputus akibat hujan deras di Kampung Baru Sepungur, Kecamatan Bathin II Bebeko, Jumat (2/1/2026).
Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat serta menjadi penopang utama roda perekonomian warga setempat.
Bupati didampingi anggota DPRD Bungo, Kepala BPBD dan Kesbangpol, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Bungo Dwi Herlindo, Camat Bathin II Bebeko, Datuk Rio, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Bupati menjelaskan, putusnya jembatan disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan salah satu tiang penahan kawat seling roboh.
Kondisi tersebut membuat konstruksi jembatan tidak lagi mampu menahan beban dan akhirnya tidak dapat difungsikan.
“Jembatan ini sangat penting karena menjadi urat nadi aktivitas dan perekonomian masyarakat. Kita tidak bisa membiarkannya terlalu lama terputus. Insyaallah jembatan ini akan segera kita tangani agar bisa kembali dilalui dan aktivitas ekonomi warga dapat berjalan normal kembali,” kata dia yang dikutip dari bungokab.go.id.
Bupati memastikan perbaikan jembatan akan menggunakan anggaran dari APBD Bungo, mengingat peluang untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dalam waktu dekat relatif kecil.
“Jika menunggu dana dari pusat, kemungkinan besar akan memakan waktu cukup lama. Pemerintah kabupaten akan mengambil langkah cepat dengan mengalokasikan dana dari APBD daerah. Insyaallah pada Maret perbaikan sudah dapat mulai dilaksanakan,” ujarnya.
Selain Jembatan Sepungur, bupati juga menyampaikan pemerintah daerah akan menangani sejumlah jembatan lain yang mengalami kerusakan, di antaranya jembatan di Dusun Sungai Gurun dengan panjang sekitar 150 meter serta jembatan di Dusun Rantau Duku.
“Semua akan kita hitung dan kaji terlebih dahulu, mulai dari kebutuhan kawat seling hingga material pendukung lainnya, agar pengerjaan nantinya maksimal, tepat sasaran, dan dapat digunakan dalam jangka panjang,” tambahnya. (*)