Ragam  

Puluhan Warga Rela Antre Beli Bubur untuk Berbuka, Rasa Manisnya Pas di Lidah

Warge antre beli bubur di Sergai untuk berbuka.

SERGAI-Puluhan warga terlihat antre untuk membeli bubur sebagai menu berbuka puasa di simpang empat Jalan Merdeka, Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kamis (5/3/2026) sore.

Bubur yang dijual oleh Fadli Yahdi Rangkuti ini menjadi salah satu takjil favorit masyarakat setempat saat bulan suci Ramadan.

Dengan menggunakan becak dayung, Yahdi setiap hari menjajakan bubur kacang hijau dan bubur chacha kepada para pembeli yang datang dari berbagai daerah.

Di sela-sela melayani pembeli, Yahdi mengaku bersyukur karena dagangannya selalu habis terjual setiap hari selama Ramadan.

“Alhamdulillah, di bulan suci Ramadan ini bubur yang saya jual selalu habis setiap hari,” ujar Yahdi.

Yahdi menuturkan, usaha berjualan bubur tersebut telah ia tekuni sejak lama. Ia melanjutkan usaha itu setelah orang tuanya meninggal dunia.

“Setiap hari saya hanya menjual dua jenis bubur, yakni bubur kacang hijau dan bubur chacha. Saya membawa dua dandang besar menggunakan becak dayung,” katanya.

Menurutnya, permintaan bubur selama Ramadan meningkat signifikan. Bahkan, dalam waktu sekitar dua jam saja, seluruh bubur yang ia jual sudah habis dibeli pelanggan.

“Harga bubur kacang hijau dan bubur chacha sama, satu bungkus Rp5.000. Kedua jenis bubur sama-sama diminati pembeli, bahkan banyak yang membeli dengan mencampur keduanya,” jelasnya.

Ia juga mengaku bersyukur karena selama Ramadan omzet penjualan buburnya bisa mencapai jutaan rupiah setiap harinya.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Nasrun (45), warga Jalan Kesatria, Desa Pekan Tanjung Beringin, mengatakan bubur chacha milik Yahdi sudah menjadi menu favorit untuk berbuka puasa.

“Kalau berbuka puasa tanpa bubur chacha rasanya kurang lengkap. Makanya kami rela antre untuk membelinya,” ujar Nasrun.

Menurutnya, bubur buatan Yahdi memiliki cita rasa khas yang tetap terjaga sejak dahulu.

“Rasanya pas di lidah, manisnya juga pas karena menggunakan gula putih. Makanya banyak yang suka,” katanya.

Ia menambahkan, pembeli bubur tersebut tidak hanya berasal dari Desa Pekan Tanjung Beringin, tetapi juga dari daerah lain seperti Kecamatan Teluk Mengkudu.

“Yang beli bukan hanya warga sini, dari Teluk Mengkudu juga banyak yang datang karena rasanya tetap sama dari dulu,” pungkasnya. (ML.hrp)

Exit mobile version