Ragam  

Mini Clash of Champion, Cara Seru Mahasiswa KKN Unand Asah Logika dan Kekompakan Siswa SMPN 3 Sungayang

Mini Clash of Champion, Cara Seru Mahasiswa KKN Unand Asah Logika dan Kekompakan Siswa SMPN 3 Sungayang

Suasana berbeda terasa di SMPN 3 Sungayang, Kecamatan Tanah Datar, pada Selasa, 27 Januari 2026. Puluhan siswa tampak antusias mengikuti Mini Clash of Champions (Mini COC), sebuah program kerja mahasiswa KKN Reguler 1 Universitas Andalas yang dikemas dalam bentuk permainan dan tantangan kelompok edukatif.

Mini COC terinspirasi dari program Clash of Champions (COC) yang diselenggarakan oleh Ruangguru.

Mengusung konsep kompetisi yang menyenangkan, kegiatan ini bertujuan melatih kerja sama tim, kecepatan berpikir, serta sportivitas siswa kelas VII, VIII, dan IX tanpa tekanan pembelajaran formal di kelas.

Berdasarkan data yang didapatkan dari sekolah, jumlah siswa SMPN 3 Sungayang mencapai sekitar 95 orang. Seluruh siswa dilibatkan tanpa membedakan tingkat kelas. Soal dan permainan yang disajikan juga disesuaikan dengan tingkat SMP, dengan penekanan pada logika dasar, kreativitas, dan kerja sama tim.

Mini Clash of Champions dirancang dalam tiga tahapan lomba. Tahap pertama adalah Rangking 1, yang diikuti oleh seluruh siswa secara individu. Seluruh peserta diberikan dua kartu jawaban, “Ya” dan “Tidak”, kemudian menjawab pernyataan yang dibacakan oleh MC. Peserta yang menjawab salah akan gugur hingga tersisa 32 siswa terbaik.

Tahap kedua adalah Pos Tantangan. 32 peserta yang lolos dibagi ke dalam tim beranggotakan empat orang sehingga terbentuklah delapan tim. Panitia sengaja membentuk tim secara campuran antara kelas VII, VIII, dan IX agar tercipta kekompakan dan rasa saling menghargai antarangkatan. Setiap tim harus menyelesaikan empat pos permainan, yaitu Susun Kata, Tebak Gaya, Estafet Kalimat, dan Siapa Aku?

Setiap pos diberi waktu lima menit. Tim yang berhasil menyelesaikan tantangan memperoleh 25 poin, sementara yang belum berhasil tetap mendapatkan 10 poin. Akumulasi poin dari seluruh pos menentukan peringkat, dan enam tim terbaik berhak melaju ke babak final.

Babak puncak adalah lomba cepat tim (LCT). Enam tim terbaik saling adu kecepatan berpikir melalui soal logika dan hitung cepat. Setiap tim diberikan waktu diskusi selama 20 detik sebelum menjawab. Jawaban benar bernilai 10 poin, sedangkan jawaban salah dikurangi 5 poin. Dari babak ini ditentukan Juara I, II, III, dan Harapan I.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Salah satu siswa, Kania Adinda, mengaku sangat menikmati rangkaian permainan yang disajikan.
“Seru banget karena melatih otak. Tapi ada yang susah juga, yaitu pos estafet Kalimat karena kalimatnya panjang dan berbelit-belit,” ujarnya.

Penanggung jawab program kerja Mini COC, Alti Vanie dan Abel Jibran, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan potensi siswa melalui cara yang menyenangkan.

“Dengan diselenggarakannya kegiatan ini di SMPN 3 Sungayang, diharapkan mampu melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir siswa serta kerja sama tim dan komunikasi melalui permainan edukatif,” jelas Vanie.

“Semoga ini juga bisa mengubah pandangan bahwa belajar itu seru dan tidak membosankan,” tambah Abel.

Melalui Mini COC, mahasiswa KKN berharap siswa-siswa tersebut, selain mendapatkan pengalaman berkompetisi, ini juga menumbuhkan rasa percaya diri, sportivitas, dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa proses belajar dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa.

(Penulis: Nada Aprila Kurnia, mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Andalas yang bergiat dalam organisasi mahasiswa Labor Penulisan Kreatif. Sapa melalui Instagram @nadaaprila_)

Exit mobile version