Berita  

Inovasi Mahasiswa KKN Unand: Transformasi Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak di Ampek Koto Palembayan

Inovasi mahasiswa Unand

AMPEK KOTO PALEMBAYAN-Persoalan sampah plastik masih menjadi tantangan lingkungan yang krusial pada berbagai daerah di Indonesia.

Menanggapi isu tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 1 Universitas Andalas (Unand) dengan DPL Dr. Khairani S.H, M.H yang ditempatkan di Nagari Ampek Koto Palembayan melakukan sebuah terobosan inovatif dengan menciptakan alat pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Inovasi ini lahir dari kolaborasi strategis antara dua mahasiswa penggerak, yaitu Rafli dari jurusan Teknik Mesin dan Jumaifa Ardelif Fitri dari jurusan Teknik Lingkungan.

Perpaduan dua disiplin ilmu ini memungkinkan terciptanya sebuah alat yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga tepat sasaran secara ekologis.

Sinergi Teknik Mesin dan Teknik Lingkungan

Dalam proses pengembangannya, Rafli berperan penting dalam merancang konstruksi alat dan mekanisme reaktor. Dengan keahlian di bidang Teknik Mesin, ia memastikan alat tersebut mampu menahan suhu panas yang diperlukan serta memiliki sistem kondensasi yang efisien untuk mengubah uap menjadi cairan.

Di sisi lain, Jumaifa Ardelif Fitri memberikan sentuhan dari perspektif Teknik Lingkungan. Ia bertanggung jawab dalam menganalisis jenis limbah plastik yang efektif untuk dikonversi, memastikan proses produksi tetap ramah lingkungan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manajemen sampah yang berkelanjutan di nagari tersebut.

Mengenal Teknologi Pirolisis

Alat yang dikembangkan oleh mahasiswa KKN Unand ini menggunakan metode pirolisis, yaitu proses dekomposisi kimia bahan organik melalui pemanasan tanpa melibatkan oksigen. Secara teknis, plastik jenis tertentu (seperti botol minum atau pembungkus makanan) dimasukkan ke dalam wadah reaktor yang tertutup rapat, kemudian dipanaskan pada suhu tinggi.

Uap yang dihasilkan dari pembakaran plastik tersebut kemudian didinginkan melalui sistem kondensasi (pendinginan). Hasil akhir dari proses kondensasi ini adalah cairan yang memiliki karakteristik menyerupai bahan bakar fosil, seperti bensin atau solar, tergantung pada jenis plastik yang diolah.

Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Selain membuat alat, mahasiswa KKN Unand juga memberikan edukasi intensif kepada warga Nagari Ampek Koto Palembayan mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya. Masyarakat diajarkan bahwa tidak semua plastik memiliki nilai ekonomi tinggi untuk dijual ke pengepul, namun plastik-plastik bernilai rendah tersebut dapat dimanfaatkan secara mandiri menjadi energi alternatif.

Manfaat dari kegiatan ini mencakup beberapa aspek penting:

  1. Pelestarian Lingkungan: Mengurangi volume sampah plastik yang biasanya berakhir di pembakaran terbuka atau mencemari lahan pertanian.
  2. Kemandirian Energi: Memberikan alternatif bahan bakar untuk alat-alat pertanian atau keperluan rumah tangga sederhana di tingkat desa.
  3. Nilai Ekonomis: Mengubah barang yang dianggap tidak berharga menjadi produk yang memiliki fungsi guna tinggi.

Keberlanjutan Program

Kehadiran alat pengolahan limbah ini diharapkan tidak berhenti saat masa KKN berakhir. Mahasiswa telah menyerahkan pengoperasian alat serta panduan perawatannya kepada perangkat nagari atau kelompok pemuda setempat.

Tujuannya adalah agar Ampek Koto Palembayan dapat menjadi desa percontohan dalam pengelolaan sampah mandiri di Kabupaten Agam.

Inisiatif mahasiswa Unand ini membuktikan bahwa dengan kreativitas dan penguasaan ilmu pengetahuan, masalah lingkungan yang kompleks dapat diselesaikan melalui pendekatan yang sederhana namun berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat pedesaan. (Rafli)

Exit mobile version