SERGAI-Peduli terhadap kelancaran arus lalu lintas, belasan anggota Pleton Koti Pemuda Pancasila Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), turun menertibkan kendaraan di jembatan penghubung Desa Pekan dan Desa Nagur, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan sosial tersebut difokuskan di Jembatan Desa Nagur yang selama ini dikenal sempit dan rawan kecelakaan, terutama saat volume kendaraan meningkat pada momentum bulan suci Ramadan.
Ketua Pleton Koti Pemuda Pancasila Kecamatan Tanjung Beringin, Nasrun, mengatakan pihaknya mengerahkan belasan anggota untuk membantu mengatur arus kendaraan yang melintas.
“Hari ini kami mengerahkan belasan anggota untuk menertibkan lalu lintas dan membantu masyarakat agar lancar berkendara saat melintas di jembatan Desa Nagur ini,” ujar Nasrun di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan, kondisi badan jembatan yang sempit kerap menyulitkan kendaraan saat berpapasan. Terlebih, pada bulan Ramadan, arus lalu lintas meningkat karena warga berbelanja kebutuhan berbuka puasa.
“Posisi jembatan sempit. Kalau ada kendaraan berpapasan, kami bantu mengatur supaya tetap lancar. Apalagi saat Ramadan seperti ini, kendaraan sangat ramai,” jelasnya.
Nasrun juga menyoroti kondisi fisik jembatan yang dinilai memprihatinkan dan tidak memungkinkan dilalui dua kendaraan besar secara bersamaan.
“Kalau dua kendaraan seperti truk jelas tidak bisa berpapasan. Karena itu kami siap membantu agar lalu lintas tetap tertib dan tidak terjadi kecelakaan. Di sini sering terjadi insiden karena masing-masing pengguna jalan tidak mau mengalah,” tegasnya.
Sementara itu, warga Dusun V Desa Nagur, Lina (65), mengapresiasi kehadiran anggota Koti Pemuda Pancasila yang dinilainya sangat membantu masyarakat.
“Sejak ada mereka di sini, Alhamdulillah perjalanan menjadi lancar dan tidak macet,” ucap Lina.
Ia berharap pemerintah daerah segera memperbaiki kondisi jembatan yang sudah lama dikeluhkan warga.
“Kami mohon kepada pemerintah, khususnya Bapak Gubernur Sumatera Utara, agar jembatan kami ini diperbaiki. Kami sebagai rakyat hanya berharap itu,” pintanya.
Lina juga mengungkapkan, sekitar setahun lalu pernah terjadi kecelakaan serius di jembatan tersebut. Seorang pengendara sepeda motor terlindas truk yang mundur saat gagal menanjak, hingga menyebabkan korban harus menjalani amputasi kaki.
Warga berharap, selain adanya kepedulian organisasi kepemudaan, pemerintah segera mengambil langkah konkret guna memperbaiki infrastruktur demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di wilayah tersebut. (ML.hrp)